Salah ucap Islam, Politisi ini Mundur


islam

Islam bukanlah sebuah negara, tetapi tampaknya Banister tidak mengetahuinya.

Seorang politisi di Australia yang dikritik karena keliru menyebut Islam sebagai negara dalam sebuah wawancara di televisi, telah menarik pencalonannya sebagai kandidat anggota parlemen.

Stephanie Banister, 27, berkompetisi untuk sebuah kursi di Queensland untuk One Nation Party. Namun dia baru terjun ke dunia politik selama 48 jam.

Wawancara televisi yang disiarkan awal pekan ini kemudian beredar luas di media sosial.

"Saya tidak menentang Islam sebagai sebuah negara, tapi saya merasa bahwa hukum mereka tidak boleh diterima di sini di Australia, kata Banister kepada wartawan Seven News, Erin Edwards.

Dalam wawancara itu, Banister juga mengatakan bahwa 2% warga Australia "mengikuti jalan haram", yang seharusnya dimaksudkan sebagai "Al-Quran".

Kemudian, dia juga berulang kali menggunakan kata "haram" ketika seharusnya yang dimaksudkan adalah "halal".

Cukup konyol

Dia mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu (10/08).

"Dengan cara stasiun televisi Seven mengedit wawancara saya, saya dibiarkan tampak cukup konyol," kata Banister dalam pernyataan singkat.

"Saya meminta maaf kepada One Nation, kepada teman dan keluarga, atas rasa malu yang mereka rasakan."

Salah satu surat kabar mengatakan Banister telah berhasil menempatkan Islam -secara harafiah- dalam peta di dunia.

Pemimpin One Nation, Jim Savage, mengatakan Banister terus memiliki "dukungan penuh" dari eksekutif partai.

Dia mengatakan Banister berada di bawah "tekanan besar", termasuk ancaman terhadap dirinya dan keluarganya.

Komentar Banister ini kemudian dikaitkan dengan sosok Sarah Palin, calon wakil presiden Partai Republik di pemilu AS 2008.

Bahkan sebelum wawancara tersebut, Banister dianggap tidak mungkin memenangkan kursinya, kata wartawan BBC Jon Donnison, di Sydney.

Ibu dua anak ini, sebelumnya menjadi terkenal ketika ia ditangkap karena pergi ke supermarket dan menempelkan stiker bertuliskan "makanan halal mendanai terorisme" pada produk Nestle.

Dia menghadapi tuduhan "mencemari produk" dan jika terbukti bersalah sebelum hari pemungutan suara, dia akan dilarang ikut serta.

[source: http://news.detik.com/read/2013/08/10/150008/2326552/934/salah-ucap-islam-politisi-mundur?881101934]

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Salah ucap Islam, Politisi ini Mundur. Berlangganan melalui email sekarang juga:


BACA JUGA LAINNYA:

2 Responses to "Salah ucap Islam, Politisi ini Mundur"

  1. Begitulah cara Allah mempermalukan orang2 yang menghina agama-NYA... Dan itu blm seberapa. Di akhirat sana, azab-NYA jauh lbh pedih!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dg pendapat Anda.. Itu juga merupakan bukti bahwa Islam adalah benar..
      Semoga kt selamat dunia akhirat, amin ya Allah.. :)

      Hapus

Terimakasih atas komentarnya sahabatku semuanya. Jangan bosan-bosan berkunjung ke Amru Site ya...